Sambutan Terbaik untuk Bulan Ramadhan dari Masjid Salman

BANDUNG, (Masjid Salman ITB) – Memutar kembali waktu, dalam suasana Marhaban yaa Ramadhan. Sebelum hilal dipastikan terlihat oleh Majelis Ulama Indonesia, Masjid Salman ITB sudah lebih dulu bersukacita. Segenap agenda tuk mengisi keberkahan bulan suci dijalankan, di antaranya ‘IRAMA’ Inspirasi Ramadhan dalam bentuk seminar yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional, bazzar buku Islamic Book Fair, Serambi Berkah Ramadhan: stand-stand makanan dan sponsor, tarawih disertai khutbah para pemuka dan cendekiawan senior, serta talkshow khusus muslimah dan lomba-lomba Pre-Event Jasmine untuk anak-anak dan umum.

Setelah siaran hasil sidang Itsbat diumumkan di menit-menit menuju Isya, tak kurang dari 1000 jama’ah menghidupkan masjid kampus ITB ini hingga ke selasar dan koridor luar ruang utama. Demi melaksanakan tarawih perdana 1 Ramadhan 1440 Hijriyah diimami oleh Muzammil Hasballah.

Keesokan paginya, resmi dimulai agenda rutin harian Ramadhan mewarnai Salman. Gapura Serambi Berkah beserta tenda-tenda berjejer menyambut di gerbang masuk, dari menawarkan jasa penukaran emas, menjajakan kue-kue, busana muslim, dan barang-barang dari sponsor lainnya. Tenda besar yang menjadi acara utama. bazzar buku, berdiri tegak hingga 12 Mei di lapangan rumput. Setiap stand barang dan penerbit buku memberikan potongan harga besar-besaran demi menyambut bulan suci.

Para Pejuang Al-Qur’an sejak 1 Ramadhan pun turut meramaikan Masjid Salman dalam menghafal lantunan kalam-Nya, baik program karantina intensif maupun pulang pergi.

Melewati waktu zhuhur, di berbagai titik persiapan menunggu saat berbuka mulai berdenyut, dari publikasi IRAMA 1#, Program Berbagi Buka mendistribusi makanan berat dari vendor-vendor ke civitas kampus ITB, jama’ah masjid dan organisasi mitra sekitar, serta persiapan logistik makan minum ta’jil untuk seluruh jama’ah.

Selepas shalat ashar, ruang utama masjid menjadi yang paling pertama terlihat sibuk, karena panitia Divisi IRAMA, Dokumentasi, dan Publikasi bahu-membahu mempersiapkan majelis ilmu untuk ‘ngabuburit’ sore ini. Dr. Irwan Meilano, ST, M.Sc menjadi pembicara yang membuka hari pertama Ramadhan 1440, setelah berbagai bencana alam menimpa saudara-saudara kita, membahas bagaimana ‘Berdamai dengan Bencana’.

Langit berawan sore pertama puasa itu, bahkan panitia-panitia Ramadhan asal ITB sedang menempuh Ujian Akhir Semester (termasuk penulis). Ada yang sudah mengamankan ta’jil di dalam tas, menunggu adzan sembari tutorial di ruang kelas, hingga ada yang izin berlari-lari ke Salman di tengah tutorial dan akhirnya buka di parkiran seberang gerbang masjid. Alhamdulillah meskipun begitu P3RI yang diikuti mahasiswa dan pelajar muslim se-Bandung Raya dapat bekerja sama dengan baik untuk memastikan seluruh jama’ah berbuka dengan nyaman dan berfaedah.

Galon-galon dan gelas air minum disediakan di paving block depan gedung kayu, didampingi meja berisi kurma-kurma yang dikemas tiga butir tiga butir. Terpal pun dihamparkan agar jama’ah dapat duduk berlesehan ramai-ramai beratapkan langit sore. Kemudian panitia melalui speaker masjid mengumumkan adzan kan berkumandang dalam lima menit. Panitia-panitia Divisi Ta’jil, Divisi Distribusi, Divisi Kebersihan, dan divisi lain yang membantu (tidak ada gawean dari bidangnya) semakin mempercepat kerja masing-masing. Hilir mudik dari ruang sekertariat, membawa makanan berat hingga ke titik-titik distribusi, menyediakan tempat sampah terpisah sesuai jenis bahannya, dan sebagainya. Jama’ah mengantri memenuhi gelas dengan air minum dan mengambil sebungkus kurma.

Allaahu akbar, allaaa-hu akbar…!

Lantunan adzan pun membuka ibadah menahan nafsu umat muslim di area Bandung dan sekitarnya. Sederhana namun sangat terasa kemenangan 13,5 jam melawan lapar dahaga dalam kebersamaan di atas iman. Namun setelah terasa basah kerongkongan, satu per satu mulai beranjak menuju tempat wudhu atau ruang utama tuk melaksanakan shalat berjama’ah lebih dulu.

Beberapa saat setelah imam memimpin gerakan salam kedua, panitia segera mengumumkan agar jama’ah tidak langsung menunaikan shalat sunnah rawatib, agar panitia distribusi dapat dengan kilat membagikan satu kotak makanan berat untuk setiap orangnya. Dua atau tiga panitia membawa bertumpuk kotak nasi dalam satu keresek besar, kemudian menyisir setiap shaf dengan membagikan isinya, kecuali sesama panitia (jatah panitia diambil di sekre).

Usai shalat sunnah, jama’ah pun dipersilakan menyantap menu makan berat di koridor wudhu, selasar teh, dan terpal paving block yang telah disediakan. Ruang utama, koridor utara-timur-selatan, balkon, dan Gedung Serba Guna (GSG) dikosongkan untuk menjaga kekhusyukan pelaksanaan shalat tarawih nanti. Namun mendung awan akhirnya menurunkan butirannya yang berat, membuat jama’ah yang makan di ruang terbuka harus mengungsi ke selasar yang terlindung dari hujan. Ramadhan di Indonesia kini berlangsung dalam musim pancaroba hujan ke kemarau, tapi cuaca takkan menyurutkan semangat umat muslim berlomba-lomba memanen pahala.

Waktu lima menit sudah berlalu sejak speaker mengingatkan adzan isya, para jama’ah pun segera menuntaskan makan malam dan bersiap kembali menunaikan shalat. Shalat isya dan ceramah pada 2 Ramadhan ini diisi oleh Ketua Majelis Pembina YPM Salman ITB, Prof. Ir. Hermawan Kresno D. MSEE, Ph. D. Dilanjutkan tarawih 11 raka’at, oleh Muhammad Hanif, ST alumni Teknik Elektro 2014 dengan pembagian empat-empat-tiga.

Alhamdulillah genap sudah rangkaian acara 1 hingga memasuki malam 2 Ramadhan di Masjid Salman ITB. Masih banyak lagi kegiatan penuh manfaat yang akan diselenggarakan sepanjang Ramadhan ini, dari Ifthar Rangers, Jasmine Inspiration Talk: ‘Hijrah Tanpa Nanti, Taat Tanpa Tapi’ yang diisi oleh mualaf dan da’iyyah, dan seminar memaksimalkan Ramadhan dari Imam asal Palestina yang sedang bergejolak di tengah bulan suci. Semoga saya dan pembaca sekalian diberikan umur oleh-Nya untuk dapat memetic manfaat sebesar-besarnya dari rangkaian kegiatan mengisi Ramadhan di Masjid Salman ITB ini, aamiiin yarabbal’aalamiiin.